Mengenal Ikan Aligator, Hewan Ganas yang Punya Kemiripan dengan Buaya

Ilustrasi ikan aligator (Flickr)

Editor: Tanti Malasari - Senin, 11 Juli 2022 | 16:40 WIB

Sariagri - Ikan aligator sering juga disebut dengan nama fosil hidup atau ikan primitif. Pasalnya ikan ini diketahui telah ada sejak 100 juta tahun yang lalu.

Sesuai dengan namanya, struktur bagian kepalanya sangat mirip dengan aligator atau buaya, sehingga banyak juga yang menyebutnya dengan nama ikan buaya.

Tidak hanya bentuknya saja yang mirip, ikan ini juga dikenal sangat buas seperti halnya buaya. Meski begitu aligator yang satu ini menjadi ikan predator yang banyak dipelihara.

Spesifikasi ikan aligator

Ikan ini memiliki usia yang cukup panjang, yaitu sekitar 50 tahun. Dalam kesehariannya, ikan ini memangsa ikan kecil, kura-kura kecil, kepiting biru, burung, unggas air, hingga mamalia kecil lainnya.

Teknik berburunya adalah, sebelum menerkam mangsanya, alligator gar biasanya akan menunggu beberapa meter di bawah permukaan air, setelah mengunci target, dengan gerakan cepat, ikan rakus ini akan menangkap dan menusuk mangsa dengan gigi tajamnya.

Diketahuit ikan ganas ini berasal dari Amerika Utara, dari Montana ke Quebec selatan sampai Kosta Rika, tetapi secara historis mereka telah menyebar ke perairan Eropa, Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Selatan, menurut catatan fosil.

Disebut juga garpike, gar diberi nama sesuai istilah Anglo-Saxon yang berarti tombak.

Tubuh ikan ini terlindungi oleh sisik tebal dan keras, yang dikenal sebagai sisik ganoid) digunakan untuk membuat perhiasan dan peralatan serta sejumlah besar produk kulit, sedangkan minyak kulitnya digunakan sebagai pengusir serangga.

Umumnya, ikan ini berukuran 3 meter dengan berat mencapai 159 kilogram. Ciri lainnya yaitu kulit yang berwarna coklat zaitun.

Jenis ikan aligator

Tubuh ikan ini bisa mencapai 3 meter ditambah lagi tampilannya yang eksotis menjadi daya tarik sendiri bagi pecintanya. Ada beberapa jenis ikan aligator hias, yang umum dipelihara masyarakat Indonesia, diantaranya:

1. Aligator gar

Mengutip National Geographic, habitat ikan ini berasal dari Sungai Amazon Amerika Serikat. Panjangnya yang mencapai 3 meter dengan berat mencapai 158 kilogram ini, menjadikannya sebagai ikan aligator terbesar dari tujuh spesies ikan gar yang masih hidup.

Ciri lain ikan ini juga memiliki gigi tajam dan kepala lebar seperti buaya. Ikan dengan nama latin Atractosteus spatula ini, merupakan ikan yang sangat berbahaya dalam suatu ekosistem.

Sifatnya ganas dan dapat tumbuh dengan cepat dan mengancam satwa endemik lainnya. Selain itu ikan ini juga memiliki kemampuan adaptasi dengan berbagai salinitas dari danau air tawar, payau, rawa-rawa, muara, dan teluk.

Meski begitu faktanya ikan aligator makan manusia tidak ditemukan, kecuali ikan ini dalam kondisi yang benar-benar mengancam. Namun, telurnya yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan berbahaya jika dikonsumsi.

2. Ikan tutul

Jenis kedua adalah ikan tutul. Ikan dengan nama latin Lepisosteus oculatus ini, habitatnya adalah hidup di perairan jernih dan bervegetasi. Bentuk tubuhnya cukup mencolok, dengan bintik-bintik di sepanjang badannya.

Jenis Longnose gar (Lepisosteus osseus) memiliki bentuk rahang yang ramping dan banyak ditemukan di wilayah selatan Kanada hingga Meksiko. Wujud giginya yang menyerupai kerucut membuat Longnose gar dapat dengan mudah menangkap mangsanya.

3. Cuban gar

Selanjutnya ada jenis satu lagi yang diketahui sudah terancam punah. Aligator dengan nama latin Atractosteus tristoechus ini, hanya dapat ditemukan di sekitar wilayah Kuba. Hal ini membuat sejumlah ilmuwan yang membuat penangkaran sebagai upaya pelestarian ikan Cuban gar. Spesies ini dapat tumbuh hingga panjang 2 meter dan hidup di air tawar tropis dengan suhu 18-23 derajat celcius.

4. Tropical gar

Jenis keempat ada tropical gar atau Atractosteus Tropicus. Bentukan aligator ini hampir mirip dengan longnose gar. Perbedaannya terletak pada ukuran moncong yang lebih pendek dengan bentuk tubuh yang lebih besar. Ikan dengan panjang 1,25 meter ini banyak ditemukan di Kosta Rika dan Meksiko.

Larangan untuk memeliharanya

Meski ikan ini banyak dipelihara, mengutip Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ikan ini memiliki status dilarang untuk diperdagangankan atau dilepasliarkan. Jika ikan memeliharanya, masyarakat diminta menyerahkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau Badan Karantina Ikan,

Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). Larangan memelihara ikan aligator diatur dalam Undang-Undang No 31 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014.

“Setiap orang dilarang memasukkan, mengeluarkan mengadakan, mengedarkan, dan/atau memelihara ikan yang merugikan masyarakat, pembudidayaan ikan, sumber daya ikan, dan/atau lingkungan sumber daya ikan ke dalam dan/atau ke luar wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia,” bunyi pasal 16 UU No 31 Tahun 2004.

Baca Juga: Mengenal Ikan Aligator, Hewan Ganas yang Punya Kemiripan dengan Buaya
6 Jenis Ikan Predator Air Tawar, Hewan Agresif dan Unik

Dalam Permen No 41 Tahun 2014 Tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia disebutkan, jenis ikan berbahaya adalah jenis ikan tertentu yang berasal dari luar wilayah Indonesia yang dapat merugikan dan membahayakan kelestarian sumber daya ikan, lingkungan, dan manusia.

“Setiap orang dilarang memasukkan jenis ikan berbahaya dari luar negeri ke dalam wilayah Republik Indonesia,” bunyi pasal 2 ayat 1 Permen No 41 Tahun 2014.

Video Terkait